Kekuatan Damai
katakanlah kubu. Saya lebih suka
dengan sebutan kubu, menjunjung tinggi
tujuan namun makna dari tujuan itu sendiri memudar “ banyak jalan menuju roma”,melandasi
kubunya dengan hukum- hukum memperkuat sayapnya dengan argumen yang menjatuhkan
lawan yang sebenarnya bertujuan sama.
Mengapa ini menjadi budaya para
penghuni kubu, dokrin yang kuat berasal seorang pelopor yang mempunyai dasar
pemikiran yang kuat pula, untuk memperkuat dan melestarikan pemikirannya dia
membuat kubu, maka dengan bangganya pemikirannya digemari dan di lestarikan
banyak orang dengan jalan pemikiran yang secara otomatis sama, di karenakan
orang yang memasuki ranah perkubuan hanya sekedar masuk dan akan bergelut di
dalamnya tanpa terlebih dahulu mengenal
dokrin yang menyelimuti kubu tersebut.
Dari individu berubah menjadi sebuah
kubu, lantas visi misinya tentu ingin menjadi sebuah kubu yang besar bahkan tak
heran ingin menjadi sebuah negara yang mempunyai dasar pemikiran dan tujuan
yang diyakini akan membawa kemasyalahatan umat. Menjanjikan sebuah perdamaian
walaupun berbeda pemikiran, perdebatan ini ada di dalam sistem yang dimiliki
masing- masing dan dibarangi dengan moral yang rusak karena dokrin pemikir
awal.
Kubu- kubu ini pantas dibilang
sebagai sekumpulan orang pintar namun kepintaran mereka dibatasi oleh AD-ART
yang dimilikinya. Menjadi budak pemikiran orang lain yang meregangkan jalinan
silaturahim sesama umat Islam bahkan antar agama.
Melihat prilaku kubu- kubu ini jauh
dari perdamaian, mereka memasang muka damai dan sedemikian rupa merangkai kata
agar didengar indah satu sama lain,” mari kita tegakkan keadilan dan perdamaian
diNegeri ini” menjunjung tinggi asasnya melumpuhkan kerukunan umat beragama
menjatuhkan moral Agama islam yang mencintai perdamaian.
Makna kedamaian hanya mereka
realisasikan pada kubunya dan masyrakat yang mendukung aspirasinya sebagai
sebuah kubu. Sementara kubu lain yang berbeda pemikiran di lupakan dan dimusuhi
secara sistem.
Kalian para penghuni kubu sekaligus
budak pemikiran orang yang tidak bertanggung jawab atas generasi penerus
seharusnya sadar bahwa kita sudah mempunyai sistem yang sama mengapa harus
kalian buat lagi sistem demi kepentingan pemikiran yang tidak sejalan, tindakan
ini hanya merusak kedamaian kita yang seharusnya mempunyai kekuatan bersama
dalam membela Negara dan Agama. Biarkan pemikiran kita yang berbeda ada pada
satu sistem karena visi misi awal kita semua sama, tuangkan pemikiran kita yang
berbeda menjadi sebuah strategi yang kokoh dengan perkembangan zaman.
Memperkuat diri sendiri sama dengan
perlahan- lahan meruntuhkan pondasi sistem yang seharusnya dijaga bersama- sama
dalam perdamaian.
Penulis : Muhammad Husni
Tidak ada komentar:
Posting Komentar